Aku ndak ngerti kenapa akhir-akhir ini mencari SIM A sungguh susah. Padahal jaman dulu tinggal bayar langsung jadi. Dan ini jadi permasalahan apabila kita punya KTP kota lain, padahal kita jarang sekali di kota itu. Masalah ini happen to me ngono…
Masalahnya gini, aku punya KTP Trenggalek, tapi jarang pulang kampung alias stay terus di Suroboyo. Arek-arek Suroboyo sih asik2 aja, butuh SIM A tinggal bayar sekitar Rp. 300rb-Rp.500rb udah bisa dapat SIM “tanpa” melalui tes tulis atau praktek mengemudi. Serta prosesnya lumayan cepet. Tapi yang terjadi di aku, Trenggalek tidak memperbolehkan hanya membayar langsung dapet SIM!! Jadi harus tes tulis n praktek dulu bos. Iya kalau bisa langsung lulus, lha aku baru belajar nyetir x_x”
Sebenernya biaya pembuatan SIM itu cukup murah, kalau mau tes! Ya paling ndak sampai Rp.150rb. Tapi butuh proses dan usaha untuk mendapatkannya. Tidak bisa instan. Setelah aku selidiki, kenapa di kota sebesar Surabaya bisa “membeli” SIM dengan mudah sedangkan di kota kecil (maaf yang bener Kabupaten) malah tidak bisa beli dan harus tes, sebabnya bukanlah kalau di Surabaya yang tes ramai sekali makanya daripada antrian panjang diperbolehkan membeli SIM! Sebab utamanya adalah kebijakan si Kapolres setempat!! Dulu, kira-kira setahun dua tahun lalu di Trenggalek masih bisa membeli SIM. Tapi karena Kapolres yang dulu dimutasi (dipindah tempat tugasnya) dan diganti dengan Kapolres baru, dengan kebijakan baru maka Kapolres tidak mau adanya “pembelian” SIM itu.. Waduh pak pak, memang sih kalau tes bisa mengangkat pamor bapak, tapi bagi kami yang jarang pulang kampung dan sangat membutuhkan SIM bagaimana dong? Seandainya saja KTP saya tidak Trenggalek kan enak bisa beli disini, seandainya ada kebijakan misalnya KTP Trenggalek namun SIM bisa ngurus di Surabaya kan enak… Tes pun ndak apa-apa seandainya bisa di Surabaya… Pehh, mumet ndiasku…
Wal hasil, punya mobil tapi jarang nyetir. Masih takut gitu lah, lha wong ndak nduwe SIM..
Yah semoga Kapolres Trenggalek lekas dimutasi, dan “jual beli SIM” bisa dilakukan lagi dalam waktu dekat ini. Selidik demi selidik, mutasi dilakukan sekitar 1-2 tahun sekali. Dan Kapolres yang ini sudah jalan 1,5 tahun… HOREEEEE!! YAY!
{ 0 comments }